PHPTOTO – Presiden Microsoft, Brad Smith, menyampaikan pandangannya tentang keselarasan antara kepentingan perusahaan dan para lulusan yang menolak kecerdasan buatan (AI) dalam kesempatan reunian di Universitas Princeton. Dalam acara tersebut, para lulusan mengenakan jaket bertuliskan “100 persen kapas” dan “100 persen manusia”, sebagai respon terhadap desain sebelumnya yang dihasilkan oleh AI, mencerminkan gelombang penolakan terhadap teknologi ini di berbagai perguruan tinggi.

Dalam sebuah tulisan di blog yang dirilis setelah kunjungannya, Smith menyatakan bahwa penolakan terhadap AI di acara wisuda menunjukkan apa yang perlu didengar oleh industri. Ia mengingatkan bahwa masa depan Microsoft tergantung pada keberlangsungan pekerjaan bagi masyarakat. Menurutnya, pekerja adalah inti dari perusahaan, dan jika masyarakat tidak memiliki pekerjaan, maka perusahaan juga akan terpengaruh.

Smith mengakui adanya ketegangan antara pesan ini dengan realitas pemotongan tenaga kerja di sektor teknologi, termasuk Microsoft. Ia mencatat tantangan yang dihadapi industri, seperti pengeluaran untuk AI, ketidakpastian geopolitik, dan penyesuaian setelah periode perekrutan yang berlebih setelah tahun 2020.

Menyinggung pekerjaan di bidang ilmu komputer, Smith menegaskan bahwa peran-peran baru muncul meskipun beberapa pekerjaan hilang. Ia mengingatkan bahwa tugas coding semakin menyusut, sementara aspek lain seperti pengelolaan pengembangan produk dan peninjauan kode berkembang pesat.

Dalam tulisan tersebut, Smith menekankan pentingnya bagi pekerja untuk memandang pekerjaan sebagai kumpulan tugas, mengelompokkan mana yang dapat dilakukan AI, mana yang dapat dilakukan manusia dengan bantuan AI, dan mana yang hanya dapat dilakukan manusia. Dia menggarisbawahi perlunya perusahaan membangun sistem AI mereka sendiri, sekaligus menjaga kekayaan intelektual dan data.

Smith berharap para lulusan dapat menghadapi tantangan dengan optimisme, menyakini bahwa semangat manusia jauh lebih besar daripada kecerdasan buatan yang mungkin ada.