PHPTOTO – Sejumlah karyawan mengajukan pengaduan hak sipil terhadap Amazon di Kota Seattle pada hari Kamis. Pengaduan itu mewakili tiga insinyur yang menuduh perusahaan tersebut sedang menyelidiki mereka secara tidak semestinya karena memberikan kesaksian di depan Dewan Kota Seattle yang mendukung regulasi pusat data.
Pengaduan yang diajukan oleh Amazon Employees for Climate Justice (AECJ) merujuk pada undang-undang Seattle yang melarang diskriminasi terhadap pekerja berdasarkan ideologi politik. Amazon mengakui adanya penyelidikan tersebut, tetapi menilai fokusnya berbeda. Perusahaan menyatakan bahwa ada kebijakan yang mengharuskan karyawan untuk melalui prosedur tertentu sebelum berbicara sebagai wakil perusahaan. Juru bicara Amazon menekankan bahwa karyawan bebas membahas kondisi kerja secara pribadi.
Tiga insinyur tersebut, yaitu Patrick Schloesser, Darius Irani, dan Liesl Wigand, memberikan kesaksian pada 3 Juni di depan subkomite dewan kota mendukung regulasi pusat data. Mereka memulai dengan menyatakan bahwa mereka dilindungi dari tindakan balas dendam karena bersuara.
Seminggu setelah kesaksian tersebut, tim Relasi Karyawan Amazon memanggil mereka untuk pertemuan terpisah dan memberi tahu bahwa mereka sedang dalam penyelidikan disipliner. Dalam pernyataannya, Irani mengungkapkan bahwa ia merasa seperti ditanyai berkali-kali untuk mengakui kesalahan dan merasa diperlakukan seolah-olah melakukan kejahatan.
Pengaduan tersebut menyebutkan bahwa insinyur tersebut diberitahu bahwa penyelidikan bisa berujung pada pemecatan. Amazon membantah pernah mengancam pemecatan, dengan menyatakan bahwa pernyataan tersebut diambil di luar konteks.
Dalam proses ini, Kantor Hak Sipil Seattle akan menyelidiki pengaduan dan menentukan apakah ada alasan yang cukup untuk mendukung tuduhan tersebut. Hasil penyelidikan dapat mencakup pemulihan jabatan, pembayaran kembali gaji, dan kompensasi finansial. Pada 9 Juni, Dewan Kota Seattle mengambil langkah dengan memberikan suara secara bulat untuk menerapkan moratorium darurat satu tahun pada pusat data besar baru di dalam batas kota setelah mendengar kesaksian dari lebih dari 50 orang, termasuk anggota AECJ.
+ Ikuti Update









