PHPTOTO – Perubahan aturan yang tidak terduga dapat mengancam riset ilmiah di Amerika Serikat, dan para ilmuwan serta stakeholder lainnya kini tengah berusaha untuk mencegahnya. Usulan tersebut, yang dikeluarkan oleh Kantor Manajemen dan Anggaran (OMB) pada 29 Mei, bertujuan untuk merevisi bantuan keuangan federal yang berpotensi berdampak besar terhadap penelitian ilmiah dan kehidupan ribuan ilmuwan.

Dalam dokumen sepanjang 412 halaman itu, terdapat frasa-frasa yang tampaknya mengarah pada penyerangan terhadap kebijakan “woke” dan memberikan kejelasan mengenai status regulasi yang dimiliki OMB. Namun, di balik itu, terkuak kekhawatiran serius mengenai nasib riset ilmiah di negara tersebut. Colette Delawalla, pendiri dan CEO Stand Up for Science, memperingati bahwa jika perubahan aturan ini dilanjutkan, “Ilmu pengetahuan di AS tidak akan ada lagi.”

Dampak Perubahan Aturan Terhadap Riset

Perubahan aturan yang diusulkan akan membutuhkan pengawasan politik terhadap lebih dari $1 triliun dana hibah federal yang tersebar di 42 lembaga. Ini menimbulkan kekhawatiran besar, karena sebagian besar riset ilmiah, termasuk studi mengenai vaksin baru dan penelitian penanganan bencana alam, didanai oleh dana federal. Jika aturan ini diterapkan, pejabat politik dapat memveto anggaran hibah berdasarkan alasan apa pun, kapan saja.

Para ilmuwan tidak hanya akan terhalang dalam hal pendanaan, tetapi mereka juga akan mengalami batasan lain. Misalnya, mereka tidak dapat berkolaborasi dengan ilmuwan dari negara lain dan tidak diperbolehkan menghadiri konferensi tanpa persetujuan sebelumnya. Abstrak dari penelitian mereka harus sejalan dengan “prioritas kebijakan presiden,” dan semua referensi mengenai keragaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI) akan dihapus.

Reaksi dari Komunitas Ilmiah

Dampak dari perubahan ini tidak hanya dirasakan oleh ilmuwan, tetapi juga lembaga lain seperti Pendidikan, Urusan Veteran, dan NASA—semua yang bergantung pada dana hibah federal untuk menjalankan program-program penting mereka. Kekhawatiran ini meluas, dengan banyak ilmuwan menyuarakan keprihatinan tentang masa depan penelitian dan inovasi di AS.

Meskipun para ilmuwan telah mengekspresikan kekhawatiran mengenai hal ini, mereka bukan satu-satunya yang terkena dampak. Berbagai lembaga, mulai dari kesehatan mental hingga perumahan bagi masyarakat berpendapatan rendah, juga menghadapi tantangan serupa.

Kesulitan dalam Pendanaan

Menyikapi perubahan aturan ini, banyak ilmuwan mengkhawatirkan masa depan pendanaan penelitian. Mereka merujuk kepada pengawasan yang lebih ketat yang akan menentukan kelayakan dana hibah. Hal ini berpotensi mengurangi kesempatan untuk mendapatkan dana, menyebabkan turunnya pendaftaran mahasiswa pascasarjana di universitas-universitas terkemuka.

Sistem peninjauan sejawat yang biasanya diterapkan untuk publikasi penelitian juga terancam, di mana penelitian harus mendapat penilaian dari ahli lain di bidangnya sebelum terbit. Penilaian yang ketat ini berfungsi untuk menjamin kualitas ilmiah, namun pengawasan politik yang diusulkan dapat mencampuradukkan proses tersebut.

Kritik Terhadap Argumen di Balik Perubahan

Para peneliti mengecam perubahan ini sebagai “nonsense.” Dalam dokumen tersebut, pemerintah menyatakan bahwa lembaga-lembaga federal semakin terfokus pada agenda kebijakan “woke.” Dengan perubahan ini, dukungan untuk penelitian yang memfasilitasi dekolonisasi pengetahuan dan isu-isu penting lainnya dapat terhapus.

Joanne Padrón Carney dari American Association for the Advancement of Science memperingatkan bahwa perubahan ini akan menciptakan kekuasaan yang sangat luas bagi lembaga dan prosedur dalam hal pendanaan riset. Berubahnya pedoman menjadi kebijakan yang lebih kaku dapat mengikat tangan peneliti dan memperlambat kemajuan ilmu pengetahuan.

Kesimpulan dan Perspektif Masa Depan

Perubahan ini terlihat sebagai ancaman yang sangat serius untuk penelitian ilmiah di AS. Dengan adanya periode komentar publik hingga 13 Juli mendatang, ada harapan komunitas ilmiah dapat bersuara dan beraksi melawan kebijakan ini. Ribuan komentar telah terkumpul dan menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi dan pembiayaan yang bebas dari intervensi politik.

Ketika ilmuwan dan organisasi bersatu untuk mengadvokasi perubahan, langkah ini menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa sains tetap dapat berkembang tanpa kendala politik. Persatuan dalam komunitas ilmiah menjadi kunci untuk melawan kebangkitan kebijakan yang dapat merusak inovasi dan penemuan ilmiah di masa depan.