PHPTOTO – Permintaan energi yang ramah lingkungan semakin meningkat, mendorong munculnya perusahaan-perusahaan yang berfokus pada teknologi fusi. Helion Energy, sebuah perusahaan yang bermarkas di Seattle, baru-baru ini menandatangani kesepakatan bersejarah untuk menyediakan energi fusi kepada Microsoft untuk pusat data di Washington Tengah. Dengan dana sebesar 1,5 miliar dolar, Helion berkomitmen untuk menyelesaikan pabrik tenaga fusi pertamanya, yang ditargetkan beroperasi pada tahun 2028.
David Kirtley, CEO Helion, menyatakan bahwa dorongan untuk memenuhi kebutuhan energi bersih ini memungkinkan mereka untuk mempercepat proses pengembangan teknologi fusi. Di sisi lain, Zap Energy, pesaing Helion, berhasil mengumpulkan investasi sebesar 330 juta dolar dan mendapatkan dukungan dari Departemen Energi AS. Berbeda dengan Helion, Zap memilih pendekatan yang lebih hati-hati dengan mengeksplorasi fusi dalam konteks nuklir fisi sebagai langkah pendapatan jangka pendek.
Kedua perusahaan ini berusaha menciptakan energi bersih yang berlimpah, yang sering kali disebut sebagai “bintang dalam tabung” di bumi. Helion sedang fokus pada pengembangan prototipe fusi yang lebih kecil dan lebih cepat diuji, sementara Zap merancang perangkat fusi menggunakan fenomena Z-pinch untuk mengendalikan plasma dengan arus listrik.
Meski kemajuan teknologi menunjukkan potensi yang menjanjikan, banyak ahli tetap skeptis mengenai kapan industri fusi akan mencapai viabilitas komersial. Laura Berzak Hopkins, seorang pakar dari Princeton Plasma Physics Laboratory, mengungkapkan optimisme hati-hati tentang kemajuan yang telah dicapai, meski teknis dan tantangan ilmiah masih ada. Sementara itu, pertandingan global dalam menciptakan energi bersih juga semakin ketat, dengan ratusan perusahaan di seluruh dunia yang mengejar teknologi fusi.
+ Ikuti Update










