Cemetoto – Para ilmuwan saraf dari seluruh dunia baru saja menerbitkan hasil penelitian penting yang bertujuan untuk menentukan teori mana yang paling tepat dalam menjelaskan kesadaran manusia. Setelah tujuh tahun penelitian, hasilnya menunjukkan gambaran yang kompleks dan campur aduk, di mana tidak ada teori utama yang dapat sepenuhnya mengklaim keunggulan dalam menjelaskan asal-usul kesadaran.

Penelitian ini dipimpin oleh Christof Koch, seorang peneliti terkemuka di Allen Institute, Seattle. Koch mengungkapkan bahwa meskipun tidak ada pemenang yang jelas, perkembangan ini tetap memberikan harapan dengan beberapa petunjuk baru bagi peneliti untuk menjelajahi lebih dalam mengenai kesadaran. “Kolaborasi ini sejalan dengan misi Institut Allen untuk ilmu tim, sains terbuka, dan sains besar. Mengurai misteri ini adalah hasrat sepanjang hidup saya,” ungkap Koch.

Teori Kesadaran yang Berbeda

Penelitian ini berasal dari workshop yang diadakan di Allen Institute pada tahun 2018. Dalam workshop tersebut, dua hipotesis utama mengenai kesadaran dibahas secara mendalam. Pertama adalah Teori Informasi Terintegrasi (IIT) yang menyatakan bahwa kesadaran muncul melalui interaksi dan kerjasama berbagai bagian otak saat informasi diproses. “IIT mengindikasikan bahwa kesadaran muncul ketika informasi di dalam sistem (seperti otak) sangat terhubung dan terpadu,” jelas Koch.

Di sisi lain, hipotesis kedua adalah Teori Workspace Neuronal Global (GNWT) yang berpendapat bahwa berbagai area otak bekerja sama untuk menyoroti informasi penting, menjadikannya lebih jelas dalam pikiran kita. Menurut Koch, “GNWT memulai dengan psikologi dan neuroscience, lalu berusaha mengekstrak kesadaran dari kedua bidang tersebut.”

Metode Penelitian dan Temuan Utama

Apakah mungkin menemukan bukti yang mendukung salah satu hipotesis? Pada tahun 2019, Koch dan tim peneliti merancang serangkaian tes yang diharapkan dapat menentukan hal ini. Konsorsium Cogitate merekrut 256 subjek manusia dari 12 laboratorium untuk merekam aktivitas otak mereka. Penelitian ini mencermati aliran darah, aktivitas listrik, dan pembacaan resonansi magnetik saat subjek berinteraksi dengan gambar wajah, objek, huruf, dan simbol di layar.

Hasilnya menunjukkan, jika pusat kesadaran terletak di korteks prefrontal, itu akan mendukung hipotesis GNWT. Namun, jika aktivitas otak yang terkait dengan kesadaran lebih banyak ditemukan di bagian belakang otak, yaitu korteks posterior, maka itu akan mendukung IIT. Koch menjelaskan bahwa pembuktian mendukung konsep adanya keterlibatan korteks posterior dalam kesadaran. “Informasi mengenai pengalaman sadar tidak dapat ditemukan di depan atau, jika ada, jauh lebih lemah dibandingkan di bagian belakang,” ujarnya.

Data juga menunjukkan bahwa aktivitas otak yang berkorelasi dengan kesadaran terus berlanjut selama pengalaman sadar berlangsung, berbeda dengan prediksi GNWT yang menyatakan bahwa aktivitas otak harus memuncak di awal dan akhir pengalaman.

Meskipun GNWT menunjukkan keunggulan dalam pengujian lain, para peneliti tetap tidak menemukan pemenang yang jelas. Prestasi terbaru dalam kolaborasi ini menggambarkan bagaimana jaringan otak berfungsi dalam menghasilkan kesadaran, meskipun hasil konklusif masih belum terpenuhi.

Implikasi untuk Ilmu Kesehatan dan Masa Depan Penelitian

Penelitian mengenai kesadaran membawa dampak yang signifikan, tidak hanya pada pemahaman ilmiah tetapi juga pada aspek klinis. Menurut Koch, memahami cara kerja kesadaran dalam otak sangat penting untuk berbagai alasan. Salah satunya adalah dalam pengambilan keputusan terhadap pasien yang tidak responsif di unit perawatan intensif. Koch mengungkapkan bahwa sekitar seperempat dari pasien tidak responsif sebenarnya mungkin sadar tetapi tidak dapat menunjukkan hal tersebut.

Koch juga terlibat dalam proyek Intrinsic Powers, yang sedang mengembangkan alat medis yang berfungsi sebagai “alat pengukur kesadaran” untuk pasien tidak responsif. Alat ini menggunakan stimulasi magnetik transkranial untuk menguji respons otak. “Apakah IIT adalah teori kesadaran yang benar atau tidak, alat ini bekerja seperti yang dimaksudkan,” jelasnya.

Kesimpulan Mengenai Peristiwa Tersebut

Hasil dari penelitian kolaboratif ini memberikan wawasan baru mengenai wilayah otak yang terkait dengan kesadaran, meskipun tidak ada konsensus mengenai teori mana yang dominan. Koch menegaskan bahwa ada banyak alasan untuk melanjutkan penelitian lebih lanjut ke dalam misteri mendalam ini. Kesadaran tetap menjadi salah satu tantangan intelektual terbesar, dan para peneliti seperti Koch bertekad untuk menemukan jawaban. Sementara studi ini terkendala hasil yang belum pasti, potensi untuk memperdalam pemahaman kita tentang kesadaran manusia tetap ada, dengan harapan dapat memberi dampak signifikan di masa depan.