PHPTOTO – Oracle telah mengumumkan pengurangan jumlah angkatan kerja sebesar 21.000 karyawan selama 12 bulan terakhir, setara dengan penurunan 13%. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan pemotongan karyawan yang lebih luas terjadi di industri teknologi, dipicu oleh adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI). Dalam laporan keuangan tahunan yang disampaikan perusahaan, Oracle menyebutkan bahwa penerapan teknologi AI dalam operasional mereka berpotensi membawa dampak lebih lanjut terhadap pengurangan staff.
Fenomena ini menjadi perhatian di kalangan industri, di mana banyak perusahaan melaporkan kenaikan pendapatan yang mencolok sambil secara bersamaan melakukan pemotongan tenaga kerja. Menurut firma outplacement Challenger, Gray & Christmas, bulan Mei mencatat angka pemecatan tertinggi di sektor teknologi dalam beberapa tahun terakhir, dengan alasan utama pemotongan juga mengacu pada faktor AI.
Belakangan ini, sejumlah perusahaan besar lainnya juga melakukan pemangkasan. GitLab, misalnya, memberhentikan sekitar 350 karyawan untuk mendanai investasi infrastruktur AI. Sementara itu, Intuit mengumumkan pengurangan sekitar 3.000 pekerjaan, sekitar 17% dari total karyawannya, demi penyederhanaan struktur kerja dan fokus pada AI.
Di sisi lain, Meta melakukan pemangkasan 8.000 karyawan, sementara lebih dari 7.000 lainnya dipindahkan ke posisi yang berfokus pada AI. Cisco juga tidak tinggal diam, dengan 4.000 karyawan yang terpaksa diberhentikan walaupun perusahaan melaporkan laba yang lebih baik dari yang diharapkan.
Proses pemangkasan ini menunjukkan perubahan dramatis di industri teknologi, di mana perusahaan berusaha beradaptasi dengan tren efisiensi baru yang didorong oleh kemajuan AI, termasuk di dalam mahasiswa yang masih mengutamakan pengembangan produk dan layanan.
+ Ikuti Update










