PHPTOTO – Lima bulan setelah merilis rencana “AI yang Bertanggung Jawab,” Pemerintah Kota Seattle menghentikan penerapan resmi teknologi kecerdasan buatan untuk karyawan kota. Langkah ini diambil setelah Wali Kota Katie Wilson mengumumkan penundaan peluncuran Microsoft Copilot yang direncanakan, yang sebelumnya telah disetujui oleh pendahulunya, Bruce Harrell.
Megan Erb, juru bicara Departemen Teknologi Informasi Seattle, menyatakan bahwa meskipun pelaksanaan teknologi ditunda, upaya edukasi dan tata kelola tetap berlangsung. Kota ini terus menyelenggarakan presentasi edukatif untuk berbagai departemen serta meningkatkan tata kelola data.
Pada bulan September, Seattle merilis rencana AI yang mencakup pelatihan dan kesempatan pengembangan keterampilan bagi karyawan. Rencana ini juga menetapkan kerangka kerja untuk memfasilitasi dan menilai penggunaan alat AI dalam operasi kota. Sebelumnya, teknologi tersebut telah diuji coba dengan 500 karyawan, dengan hasil yang menunjukkan penghematan waktu kerja hingga lebih dari 450 jam per minggu.
Hasil ujicoba menunjukkan bahwa 83% peserta menilai Copilot Chat memberikan nilai bisnis, sementara 79% merasa menikmati pengalaman menggunakannya. Seattle dikenal sebagai pelopor dalam adopsi alat AI generasi berikutnya dan telah menerbitkan kebijakan AI generatif pertama di negara ini.
Sejak awal, pemimpin Seattle berusaha mencapai keseimbangan antara pemanfaatan teknologi baru dan komitmen untuk melayani publik, memastikan bahwa AI tetap menjadi alat bantu, bukan penggantian manusia. Penundaan penerapan Copilot menjadi salah satu langkah dalam pendekatan bertahap untuk memastikan bahwa alat AI diterapkan dengan tanggung jawab, memenuhi semua persyaratan privasi dan keamanan.
Dalam administrasi yang sama, Rob Lloyd, kepala teknologi kota, mengundurkan diri untuk memimpin sebuah lembaga pemerintah. Kota Seattle kini sedang mencari penggantinya sambil terus berkomitmen pada transparansi dan tanggung jawab dalam penggunaan teknologi AI di masa mendatang.
+ Ikuti Update










