Cemetoto – Film “Jurassic World Rebirth” yang baru dirilis telah menarik perhatian tidak hanya penggemar film, tetapi juga para ahli paleontologi. Nathan Myhrvold, seorang mantan chief technology officer Microsoft dan CEO dari Intellectual Ventures, mengungkapkan pandangannya tentang kekurangan ilmiah dalam film tersebut. Sebagai seorang peneliti dinosaur yang telah menulis lebih dari selusin makalah ilmiah di bidang tersebut, Myhrvold memiliki perspektif unik mengenai ketepatan ilmiah dalam eksekusi film tersebut.

Pandangan Myhrvold tentang “Jurassic World Rebirth”

Myhrvold menyadari bahwa film “Jurassic World Rebirth” adalah fiksi ilmiah, namun ia mengungkapkan bahwa ada batasan yang harus dihormati oleh para pembuat film. Menurutnya, beberapa aspek yang ditampilkan dalam film tersebut melanggar prinsip-prinsip dasar paleontologi. “Ada beberapa batasan yang seharusnya tidak dilanggar, tetapi mereka melakukannya,” tegas Myhrvold.

Melalui podcast “Fiction Science”, Myhrvold dan ahli paleontologi dari Universitas Maryland, Thomas Holtz, berdiskusi tentang perkembangan pengetahuan mengenai dinosaur dalam kurun waktu tiga dekade terakhir dan mengevaluasi bagaimana film ini mempersembahkan karakter-karakter dinosaur.

Perkembangan Ilmu Paleontologi dalam Film

Holtz mencatat bahwa film “Jurassic Park”, yang dirilis pada tahun 1993, mencerminkan keadaan ilmu dinosaur yang paling maju saat itu. Namun, seiring perkembangan waktu, beberapa representasi dinosaur dalam film belum sepenuhnya selaras dengan penemuan baru di lapangan. “Ada tekanan untuk menjaga tampilan dan nuansa dinosaur di franchise ‘Jurassic World’,” ungkap Holtz.

Salah satu perubahan yang diadopsi dalam film adalah penampilan warna yang lebih beragam pada beberapa dinosaur. Meskipun demikian, penggambaran dinosaur berbulu, yang telah menjadi bukti melalui penemuan fosil, masih jarang ditampilkan.

Inovasi dan Imajinasi dalam Penggambaran Dinosaur

Myhrvold berpendapat bahwa seharusnya filmmakers tidak perlu menciptakan monster imajiner ketika begitu banyak spesies dinosaur nyata yang menarik. Misalnya, salah satu spesies yang ia harapkan dapat muncul lebih banyak dalam film adalah Microraptor, sejenis raptor kecil yang memiliki empat sayap dengan bulu hitam. Menurutnya, penggunaan varian nyata dari dinosaur tidak kalah menarik dari protein fiksi yang mereka ciptakan.

Mereka juga membahas bagaimana beberapa penggambaran dalam film, seperti perilaku Spinosaurus, ditentang oleh penelitian terkini, yang menunjukan hewan tersebut lebih suka berada di dekat pantai daripada berada di tengah laut.

Kritikan terhadap Visual dan Penceritaan

Dalam film “Jurassic World Rebirth”, ada adegan di mana sekawanan titanosaurs menampilkan ekor panjang mereka saat merumput. Myhrvold yang pernah meneliti tentang ekor dinosaur, menunjukkan bahwa penggambaran yang ditampilkan dalam film tidak akurat. “Ketika saya melihat ekor panjang itu, saya berpikir, ini tidak mungkin milik titanosaur,” ungkapnya. Ia sendiri pernah melakukan penelitian untuk menunjukkan apakah beberapa dinosaur dapat menggerakkan ekor mereka dengan kecepatan supersonik.

Myhrvold juga menyampaikan bahwa penting untuk film fiksi ilmiah tetap dekat dengan fakta ilmiah, meskipun ada pengecualian untuk nilai hiburan. “Ada film yang benar-benar menghargai detail yang benar, dan mereka mendapatkan penghargaan dengan memiliki detail tersebut,” tambahnya.

Kesimpulan dari Perkembangan Berita Ini

Secara keseluruhan, baik Myhrvold maupun Holtz memberikan apresiasi terhadap “Jurassic World Rebirth” dari sisi hiburan meskipun mereka mengkritik aspek ilmiah yang kurang tepat. “Film ini tidak dimaksudkan untuk menjadi filosofis yang mendalam. Ini adalah film yang menunjukkan banyak aksi dan ketegangan,” pungkas Myhrvold.

Kedepannya, franchise “Jurassic” tetap menawarkan peluang untuk eksplorasi lebih lanjut dalam menampilkan dinosaur dan menyesuaikan antara hiburan dan ketepatan ilmiah. Dengan komitmen untuk menghadirkan informasi yang akurat, harapan akan lebih banyak tayangan yang mendidik dan menghibur pun semakin menguat.