Cemetoto – Ethan Thornton, seorang mantan mahasiswa MIT, memutuskan untuk keluar dari perguruan tinggi pada usia 19 tahun untuk mengejar impian membangun senjata modern. Dalam waktu tiga tahun, perusahaannya, Mach Industries, telah menjalankan enam program senjata dan baru-baru ini menutup putaran pendanaan Seri C senilai $300 juta, dengan valuasi mencapai $1,8 miliar. Investasi total yang diperoleh Mach kini mendekati $485 juta.

Thornton, yang dibesarkan di Burnet, Texas, memiliki latar belakang keluarga yang erat dengan dunia militer. Ia menyadari perlunya inovasi dalam sistem pertahanan, terutama terkait dengan kekhawatiran akan kebangkitan China dan potensi konflik besar antara kekuatan besar, pada tahun 2017 atau 2018. Keyakinannya bahwa sistem tanpa awak akan mengubah wajah peperangan mendorongnya untuk mendirikan Mach Industries.

Strategi Diversifikasi Program Senjata

Di tengah tahun 2026, Mach telah meluncurkan enam program senjata yang berbeda. Thornton mengakui bahwa fokus diversifikasi ini menciptakan pertanyaan dari luar mengenai kemampuan perusahaan untuk mengelola semua proyek tersebut. “Ini sangat sulit,” ujar Thornton saat berada di acara TechCrunch minggu lalu. Meskipun demikian, ia berpendapat bahwa sektor pertahanan tidak memberi penghargaan pada fokus tunggal yang sering dibutuhkan dalam peluncuran roket. Menurutnya, sektor ini merupakan permainan catur melawan musuh dengan ratusan produk yang perlu dikembangkan.

Program-program senjata yang sedang dikembangkan Mach mencakup pesawat serang dengan lepas landas vertikal, misil anti-kapal jarak jauh, serta sistem stratosfer. Salah satu proyek terbaru mereka adalah pesawat logistik dan serang berukuran 40 kaki yang dapat terbang lebih dari seribu mil dengan muatan hingga seribu pon. Meskipun belum ada yang masuk tahap produksi massal, Thornton menyebut bahwa Mach telah memenangkan sekitar 13 kontrak pemerintah dan mengharapkan beberapa sistem dapat digunakan secara operasional sebelum akhir tahun ini.

Tantangan dalam Rantai Pasokan

Menurut Thornton, tantangan terbesar bukan hanya dari pengembangan produk, tetapi juga dari rantai pasokan yang mendasarinya. Ia menekankan bahwa sulitnya memperoleh komponen kritis, seperti mesin jet dan radar, merupakan kendala yang harus diatasi. Dalam waktu delapan bulan, Mach berhasil merakit dan menguji dua mesin jet dari awal, sementara proses ini biasanya memakan waktu hingga empat tahun. Terlebih lagi, Mach juga mengakuisisi perusahaan mesin roket solid, Exquadrum, seharga $50 juta untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Pendekatan Mach yang sangat berbeda dibandingkan dengan perusahaan sejenis yang cenderung fokus pada satu produk. Contohnya, Shield AI dan Saronic, yang berkomitmen untuk mengembangkan satu jenis produk utama dengan strategi yang lebih terfokus. Dalam hal ini, Mach memiliki strategi yang lebih mirip dengan Anduril, sebuah perusahaan yang lebih besar dan lebih mapan.

Perbandingan dengan Pesaing dan Masa Depan

Thornton sendiri mencermati bahwa meskipun Anduril telah lebih dulu mendapatkan kontrak besar dan pendanaan yang lebih tinggi, tidak ada satu perusahaan pun yang bisa menangani tantangan global yang dihadapi, termasuk ancaman dari China. Ia menekankan bahwa meskipun produksi industri pertahanan di AS terbelakang dibandingkan China, kreativitas dan kemampuan untuk berinovasi tetap merupakan keunggulan yang harus dimanfaatkan.

Dalam hal ini, Thornton terlihat optimis bahwa kolaborasi antara beberapa perusahaan teknologi pertahanan justru dapat meningkatkan kapasitas produktif secara keseluruhan dan tidak bersifat kompetisi zero-sum. Ia juga menunjukkan pentingnya umpan balik dari karyawan untuk memastikan bahwa keputusan perusahaan tetap sesuai dengan kebutuhan praktis di lapangan.

Melalui forum perusahaan yang rutin, Thornton memberi kesempatan kepada karyawan untuk mengekspresikan pendapat dan pertanyaan mereka. “Saya berdiri di sana selama satu jam, dan diajukan pertanyaan-pertanyaan paling agresif oleh orang-orang di perusahaan,” ujarnya. Hal ini diharapkan dapat menjaga transparansi dan akuntabilitas di dalam organisasi.

Kesimpulan Mengenai Perkembangan Berita Ini

Perkembangan Mach Industries menunjukkan potensi inovasi yang kuat di sektor pertahanan di tengah tantangan global yang semakin kompleks. Dengan pendekatan yang berani dan diversifikasi produk yang agresif, Thornton dan timnya berupaya untuk meraih keunggulan di pasar yang dipenuhi oleh tantangan dan persaingan yang ketat. Keinginan mereka untuk tidak hanya mengikuti pasar tetapi juga menciptakan terobosan baru menjadi landasan bagi ambisi mereka dalam menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian.